050120. Happy birthday to me.... 28 biarlah rencana Tuhan yang terjadi. Tidak lagi terpusat akan mauku tapi jadilah kehendakNya. Aku bersyukur untuk kegagalan yang pernah ku hadapi, proses ini aku mencintainya. Untuk sang Pencipta, Kau sungguh mengagumkan. Dan ijinkan aku lebih jatuh cinta lagi padaMu. Untuk 27 terima kasih telah menemaniku dalam berjuang dan 28 tetaplah semangat karna proses ini akan kita nikmati. Thank You Jesus, terima kasih sudah mengenalkan ku akan arti perpuluhan dan puasa. Ada harga yang harus dibayar. Tuhan yang tuntun aku dalam perjalan hidupku. Amen.
Grow and be Ready
Sabtu, 08 Februari 2020
Selasa, 25 Juni 2019
Dia (mungkin) Khawatir
Entah kenapa tiba-tiba dia bertanya, "Kalo nanti punya suami, sayangnya kau (membilangkan aku) sama suamimu?". entah apa motivasi dia nanya gitu. apa mungkin dia tahu aku pribadi yang ga mudah gampang menaruh hati pada orang lain en dia juga tahu kalo aku gampang emosian. jujur akhir-akhir ini aku memang diresahkan dengan keadaan ini. aku belum juga memiliki "teman". apa dia mulai khawatir jika aku belum punya sesosok 'teman" itu di usiaku yang sudah cukup tua ini? entahlah... aku terlalu sering menjadi bagian kurang beruntung dalam hal asmara. apa karena mereka tahu bahwa nanti mungkin aku akan menuntut terlalu banyak? karena aku memang membutuhkan yang tahu memposisikan dirinya sebagai bapak karena i miss this part. entahlah nanti waktu yang menjawab.
Selasa, 28 Mei 2019
Dear My Dearest One
Aku seperti anak keci yang berharap pada Santa Clause
Menulis untuk seseorang yang amat sangat kunanti
walau dirinya belum tentu pernah kutemui
Sudah bertahun-tahun berlarut
namun aku masih tetap disini sendiri
bukan saatnya lagi bagiku untuk menyalahkan ini dan itu
aku sadar aku terlalu mecintai diriku
aku egois..
pernah kulupakan dirimu dalam doaku
namun ketahuilah aku sedang memperbaiki
hubunganku dengan Sang Pencipta
aku sungguh menikmati hubungan ini
aku selalu memohon padaNya
agar kau senantiasa dilindungi
aku juga menitipkan perasaanku padaNya
hingga nanti tiba kau membalas perasaanku itu
My dearest one aku menikmati penantian ini
Menulis untuk seseorang yang amat sangat kunanti
walau dirinya belum tentu pernah kutemui
Sudah bertahun-tahun berlarut
namun aku masih tetap disini sendiri
bukan saatnya lagi bagiku untuk menyalahkan ini dan itu
aku sadar aku terlalu mecintai diriku
aku egois..
pernah kulupakan dirimu dalam doaku
namun ketahuilah aku sedang memperbaiki
hubunganku dengan Sang Pencipta
aku sungguh menikmati hubungan ini
aku selalu memohon padaNya
agar kau senantiasa dilindungi
aku juga menitipkan perasaanku padaNya
hingga nanti tiba kau membalas perasaanku itu
My dearest one aku menikmati penantian ini
Jumat, 22 Februari 2019
Berhentilah
Jika nanti kau terlalu lelah dengan sikapku, berhentilah aku tak selayak itu.
Jika nanti kau merasa selalu menjadi lebih buruk, berhentilah karena aku tak mampu membuat kita lebih baik.
Jika nanti kau merasa bosan dalam duniaku, berhentilah karena kau tak akan menemukan yang baik disana.
Jika nanti kau merasa kasihan akan keberadaanku, berhentilah aku bahkan tak layak mendapatkan iba.
Aku mengerti mengapa jika kau memilih melakukan itu. Berhentilah dan menjauhlah karena itu lebih baik.
Jika nanti kau merasa selalu menjadi lebih buruk, berhentilah karena aku tak mampu membuat kita lebih baik.
Jika nanti kau merasa bosan dalam duniaku, berhentilah karena kau tak akan menemukan yang baik disana.
Jika nanti kau merasa kasihan akan keberadaanku, berhentilah aku bahkan tak layak mendapatkan iba.
Aku mengerti mengapa jika kau memilih melakukan itu. Berhentilah dan menjauhlah karena itu lebih baik.
Berhentilah masalalu
Aku coba menghindari kesemua hal yang mungkin bisa mengorek luka lamaku. Tapi aku tak berhasil. Itu terlalu membekas.
Aku mengupayakan agar aku bisa menjalani hari yang lebih normal. Namun, kadang masalalu menghancurkan masa sekarangku dan bahkan mungkin masa depanku.
Berhentilah masa lalu aku terikat dalam tempatku yang sekarang. Ini tidak benar.
Jika nantinya aku memang harus melaluinya sendiri, akan kuusahakan mampu. Tapi setidaknya aku bisa tenang dan bahagiaku menjadi milikku.
Masa lalu, berhentilah.
Kamis, 17 Januari 2019
Ini(kah) Rasa Tertolak
Katanya manusia makhluk sosial. Butuh orang lainkah? Kalo memang butuh orang lain berarti ada permintaan tolong dan tentunya ucapan terima kasih. Hari ini lagi dan laaagiiii permintaan tolongku tidak sesuai dengan apa yang ku perkirakan.
Aku selalu bertanya2 apakah permintaanku terlalu mengada2 atau tampangku seperti orang yg ga perlu pertolongan atau apa???
Aku selalu sadar bahwa aku memang menyukai sosok wanita yg mandiri tapi balik lagi bahwa wanita jg makhluk sosial dan perlu pertolonga org lain. Aku jg ga berharap utk selalu diprioritaskan atau dianggap segalanya. Nope. Aku berada di waktu dan orang yang salah. Itu pembelaanku. En sekarang aku tahu rasa tertolak itu seperti apa.
Jadilah manusia yang berguna bagi manusia lainnya.
Aku selalu bertanya2 apakah permintaanku terlalu mengada2 atau tampangku seperti orang yg ga perlu pertolongan atau apa???
Aku selalu sadar bahwa aku memang menyukai sosok wanita yg mandiri tapi balik lagi bahwa wanita jg makhluk sosial dan perlu pertolonga org lain. Aku jg ga berharap utk selalu diprioritaskan atau dianggap segalanya. Nope. Aku berada di waktu dan orang yang salah. Itu pembelaanku. En sekarang aku tahu rasa tertolak itu seperti apa.
Jadilah manusia yang berguna bagi manusia lainnya.
Kamis, 10 Januari 2019
Ini Aku 27
Salam kenal untukmu dari diriku yang semakin terpuruk.
27, aku tak tahu harus memandangmu seperti apa. Aku lagi dan lagi harus mengalami kekecewaan dan aku tak sanggup lagi untuk menatap dan menata tahun-tahun bahkan hari yang akan lalui.
Aku terlalu memainkan perasaanku sehingga aku tak sanggup melaluinya. Untukmu 27 aku tidak dapat lagi menegakkan kepalaku untuk meminta apapun. Aku berhenti untuk mengutuki karena aku sadar aku terlalu banyak salah.
Usia semakin lama semakin menua tapi hidupku hanya dapat tertahan dalam hari-hari yang membosankan dan penuh tekanan. Aku lelah, ya aku terlalu lelah. Izinkan aku beristirahat untuk bisa mampu bertahan.
Untukmu 27 maafkan aku karena tak bisa menyambutmu dengan semestinya.
Dsph. 100119
27, aku tak tahu harus memandangmu seperti apa. Aku lagi dan lagi harus mengalami kekecewaan dan aku tak sanggup lagi untuk menatap dan menata tahun-tahun bahkan hari yang akan lalui.
Aku terlalu memainkan perasaanku sehingga aku tak sanggup melaluinya. Untukmu 27 aku tidak dapat lagi menegakkan kepalaku untuk meminta apapun. Aku berhenti untuk mengutuki karena aku sadar aku terlalu banyak salah.
Usia semakin lama semakin menua tapi hidupku hanya dapat tertahan dalam hari-hari yang membosankan dan penuh tekanan. Aku lelah, ya aku terlalu lelah. Izinkan aku beristirahat untuk bisa mampu bertahan.
Untukmu 27 maafkan aku karena tak bisa menyambutmu dengan semestinya.
Dsph. 100119
Langganan:
Komentar (Atom)