Selasa, 24 Oktober 2017

Happy 28th Jojor



1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

21 Oktober 2017 hari ulang tahun seorang Jojor yang ke 28. Ini ayat aku dapat dari pendeta geraja yang kece. Dan aku rasa ini ayat mewakili untuk kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Kenyataannya adalah keluarga mengasihimu.

Karena kami mengasihimu maka kami tidak takut untuk memuji
Karena kami mengasihimu maka kami tidak takut mengingatkanmu.

Aku rasa berbagai bentuk pujian uda kau terima dan saat dimana kamu mulai beralih ‘aneh’ (hahaha) orang-orang yang mengasihimulah yang memberikan ‘warning’. Hidup ini harus balance ada pujian dan nasihat, tabur tuai, siang dan malam, suka dan susah, yin dan yan supaya kita manusia bisa hidup lebih bijak lagi.

Walaupun uda terlambat (soalnya dirimu super duper sibuk sampe mamak harus bilang “uda bisa kau ditelepon” alamak lebih-lebih dari presiden yo haahahha….)

“Happy Birthday JOJOR. I do hope you all the best for your relationship with God and soon you meet your Boaz….. and also don’t forget to treat me J

Kamis, 17 Agustus 2017

DELIMA DILEMA



DELIMA DILEMA
Karna Hati Tela(h/t) Merdeka
Selamat HUT RI yang ke 72. Cie yang uda merdeka 72 tahun.
Well yang mau dibahas bukan kemerdekaan RI nya tapi kemerdekaan hati.
Delima dilema artinya seseorang yang bernama Delima sedang bingung dan bimbang dihadapkan pada dua pilihan yang sulit akan dirinya sendiri. Apa yang dirisaukan masalah hati (lagi dan lagi). Ini cerita hanya dari sudut pandang diriku seorang 25 tahun yang belum pernah pacaran tapi sudah mengagumi seorang pria selama 10 tahun belakangan. Ya ampun dan ku harap aku bisa menuntaskannya segera (dilema kan satu sisi mengagumi sisi lain ingin melupakan).

Mungkin ada beberapa orang yang sudah tahu tentang kisah ku dengan Pria Diurutan Pertama. Kondisi akhir-akhir ini menyadarkanku atau malah melukaiku (lagi lagi dilema) untuk urusan dengan nya. Awalnya dimulai dari seorang sister yang belakangan susah untuk dihubungi dan tidak tahu alasannya kenapa. Hanya menerka-nerka dan di dukung hasil dari investigasi atau stalking di salah satu sosmednya yang bisa ditarik hipotesis bahwa alasan dia memilih (mungkin) puasa berbicara adalah karna pria yang dikagumi, di doakan dan juga diharapkan telah menjadi milik wanita lain. Dan apabila ini alasan yang sebenarnya tidak menutup kemungkinan juga aku akan mengalami hal yang sama.

Aku tidak tahu bagaimana wanita lain bisa menjalankan kisah asmaranya, tapi kisahku hampir sama dengan sister di atas. Mengagumi pria yang masih menjadi teka-teki dan sangat di buat penasaran karnanya dan kebetulan sampai dengan sekarang mata dan hati ini masih belum melihat pria seperti nya. Atas kejadian ini aku harus bersyukur atau harus menghentikan pengharapanku?

Di satu sisi Sang Pengharapan berkata terus berharap karena harapan itu masih ada namun di sisi lain Sang Realita berkata masih mau nunggu en mengharap orang yang sama sekali tidak pernah membalas perhatianmu? Lagi antara hati dan pemikiran beradu kencang di dada ini membuatnya sesak ingin berteriak dan berharap ada jawaban yang berseru dalam setiap tetesan hujan yang turun.

Mungkin nantinya aku juga akan mengalami hal yang sama seperti sister di atas mungkin pria ini berada di sisiku atau hal yang sama sekali tak ku harapkan dia bahagia bersama wanita lain. Lalu aku bagaimana? Segala bentuk perhatianku seakan dianggap bualan dari seorang yang asing. Hal yang mengejutkan bahwa ucapan ulang tahunku hanya di baca dan tidak di respon.

Aku, aku yang sudah selama 10 tahun ini berharap bahkan tak kau hiraukan. Kau yang ku bawa dalam doaku juga tak sedikitpun kau toleh. Kadang aku bertanya dimana kuasa doa? Mungkin aku terlalu banyak nonton drama korea dimana rata-rata mereka happy ending. Dan sebenarnya kejadian ini harus ku syukuri atau tangisi? Bersyukur karena kau memperlakukan ku seperti ini supaya aku sadar bahwa aku tak seharusnya bersikap berlebihan padamu atau meratapi diri ini seperti tak meninggalkan jejak sedikitpun dalam ingatanmu.

Apa ini namanya mengasihi? Dulu aku memujamu namun setelah aku tahu bahwa kau tak menghargaiku aku malah menaruh sinis padamu. Benar kata orang cinta dan benci hampir sama. Dan aku sekarang mengerti apa maksudnya. Aku berpikir ini rasa yang akan ku pendam dalam hati namun ternyata kau menuntaskannya lebih cepat dari apa yang sudah ku terka. Akan ku akhiri dan kau membantuku dalam menemukan jawaban atas dilema ku ini. Bahkan di saat terendah ku kau hadir dalam memberi jawab apakah ini masih bisa diharapkan? Karna terbukti di balik diam mu saja kau membantuku. Apalagi jika kau sudah bertindak… Kau betul betul membuat Delima Dilema. Apakah hatiku telah atau telat (tela(h/t)) merdeka? Aku harus berharap atau melepasmu?

Aku disini berharap sendiri dan menanti sendiri seperti orang bodoh. Memang tak ada satu katapun darimu untuk mengizinkanku menunggumu namun wanita diberikan sifat kegeeran sehingga satu tindakan saja darimu bisa membuatku berpikir jauh melayang menghayalkan hal yang indah. Apa ini juga salah dariku? Wanita diberi kuasa akan hal itu. Hati, berurusan dengan nya harus hati-hati karena jika tidak bisa jadi patah hati. Hatiku telah merdeka karena tak ada ikatan dengan siapapun atau telat merdeka karena sesungguhnya aku masih mengharapkanmu?

Kamis, 27 Juli 2017

Romantis tapi Kaku

Hello July aku menyapamu di akhir masa tugasmu. Bukan karena aku masa bodoh padamu tapi karena terlalu banyak kerjaan untuk diselesaikan.

Di tengah menumpuknya tugas aku mendapat 2 kata yang amat sangat menyentuh hatiku, yaitu romantis dan juga kaku. Dua kata ini mampu menyentuh hatiku karena 2 sifat ini refers so to me.

Menurutku romantis itu indah dan manis tapi harus sesuai dengan porsinya jangan terlalu berlebihan. Menurutku lagi aku pengagum dari sifat ini sehingga aku berkinlat padanya. Romantis itu seksi dan keren makanya aku melakukan hal-hal yang romantis (versiku).

Di balik pola pikir yang romantis namun juga ada sisi kekakuan dari dalam diri. Kenapa kaku? Karena belum terbiasa. Jujur aku suka menghayalkan hal-hal yang romamtis namun jika dieksekusi maka akan kaku
 Maka daripada itu my dearest one mengertilah ketika suatu saat nanti ada moment kita bertemu mungkin aku sedang melaksanakan hal-hal yang romantis ya walaupun ketika diekspresikan mungkin jadi gagal karena kaku.

Belakangan aku rindu teramat sangat padamu. Untuk semua yang kualami dan ku khawatirkan jujur aku ingin kau ada untuk menenangkan. Di saat seperti ini mengapa kau tak muncul juga. Ada begitu banyak hal yang ingin ku ceritakan. Aku butuh hadirmu. My dearest one hadirlah.

DSPH. 270717

Kamis, 08 Juni 2017

You Are



Betapapun aku ingin jauh
Tetap Kau yang selalu setia

Betapapun aku ingin marah
Tetap Kau yang selalu menenangkan

Aku tahu Kau lebih mengerti dari (si)apa pun
Namun, aku sadar terlalu menunggu membuatku terkadang pudar dan ingkar

Jika kelak Kau menjawab tanyaku sebelum waktu yang tepat
Mungkin aku jauh lebih terpuruk, padahal itu paksaan dariku

Terkadang terbesit mengapa harus ada proses yang menurutku lama
Takkah Kau mendengarku?
Atau Kau masih mengingat salahku yang begitu mendunia kepadaMu?

Arahkanlah wajahMu bagiku, lihatlah aku seorang wanita dengan berjuta kerinduan untuk bisa bersamaMU

Menjadi putriMu bagian terindah dalamku
Aku mempunyai Bapa sepertiMu, apa yang kutakutkan?
Aku takut kelak aku terjatuh dan tak terpikirkan kembali ke arahMu, tolong tangkap aku
Sebelum semua terjadi padaku, semuanya sudah Kau siapkan
Sebelum terpikirkan olehku, semuanya sudah Kau rancangkan

Betapa hinanya aku ketika ku ingat semua kesalahanki
Dan meratapi diriku dipenuhi ketidakpantasan
Namun Kau hadir selalu hadir dalam hidupku

Bersyukur karna Kau setia
Bersyukur karna Kau mau menerimaku
Ajar aku lebih mencintaiMu
Amin

DSPH 17 Juli 2016