Kamis, 09 Juni 2016

(Lagi) Merindu



09062016
Lagi merindu padanya. En again en again hanya bisa nulis puisi yang entah kenapa setidaknya bisa sedikit dari rasa rindu ini tersampaikan.




Hati terus berharap
Namun harap tak kunjung berbalas
Ada hati merindu
Ada angan terajut
Kapan kau akan muncul?
Wahai sang pemilik hati…
Sudah terus ku menanti
Satu titik temu tak pernah ku temui
Adakah penantian ini terjawab?
Wahai Sang Pencipta
Ijinkan langkahku dan langkahnya menuju langkah yang sama
Orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat
Wahai Sang Pemilik hati….
Aku (lagi) merindu.

I am a Teacher (Tahun ke-2)



06 Juni 2016  -  06062016
                Tanggal yang unik 06062016 kalo orang bilangnya tanggal cantik, tapi tidak dengan berita yang aku dengar. Lagi …. Aku belum berjodoh dengan tanah Papua. Dari kemaren uda niat banget mau nulis “I am a Teacher (Tahun ke-2)’, namun roh yang ditunggu-tunggu belum menghampiri hati, akal, dan tangan ini. Sampai akhirnya ngerasaian dulu ‘Low Point’ baru deh ada niat untuk nulis.
                Begitu nuliss langsung nyari ini buku en pena untuk merajut kata. Gak tahu kenapa kalo uda facebook-an ama ini buku lancar aja untuk mencurahkan isi hati ini.
                Sekilas mengenai kronoligis sampai akhirnya tanganku mendarat di medan yang harus di gores dengan kata yang bermakna.
                I am a teacher (tahun ke-2), tahun lalu uda nulis I am a teacher jadi bisa dibilang to be continued lah ya, sebenarnya saat aku nulis ini masa tahun ke-2 aku sebagai guru uda berakhir, soalnya uda bagi rapot tanggal 03 Juni kemaren. But its okay, masih hot lah captionnya.
                Okay dimulai dari awal tahun ajar kemaren dimana aku mengajar di kelas X, XI en XII (keren ya… clap…clap, clap). Di kelas XII yang artinya lulusnya siswa itu karna ada campur tanganku. So it becomes serious. Untuk kelas X en XI nya hampir sama dengan tahun lalu. Hanya ada penambahan disiplin yang sempat terlupakan olehku. En betul aja ini itu jadi seru menurutku. Seperti apa ? makanya masuk di kelas saya saja. Hahaha. Nah untuk di kelas XII malah jadi momok buatku, awalnya. Meraba betul untuk penyampaian materi di tambah buku paket GA ADA. Apa ga pusing jadi guru? Harus siapin materi apa  dan gimana nyampeinnya semua jadi complicated.
                Bukan hanya itu yang jadi surprised buatku ada lagi kejutan yaitu … Congratulations… “WALI KELAS’. Yupzzz jadi wali kelas di kelas XI. Hahaha awalnya ketawak dulu, soalnya gini aku itu orangnya moody-an, nah menurutku wali kelas itu adalah guru professional.Bertolak belakang toh…. Tapi sudah dipercayakan mulailah untuk belajar. Nah, jadi wali kelas ini rempong kenapa? Soalnya sebelum nyampein matei wajib ‘Bersih-bersih (red. Merepet)’ dulu. Masalah absenlah, kebersihan kelas, tugas en buannnyyaaakk..
                Jadi wali kelas ada tantangan tersendiri semisal tahun pertamaku jadi wali kelas, yaitu DIBOHONGI. Hahaha…. Ini masalah yang ga bisa dipublished soalnya ada etika guru (berat uda membawa etika, I am a wise person, really J) en, kemaren pas bagi rapot harus ketemu ama orang tua siswa. bayangkan anak gadis berumur 24 tahun berdiri dihadapan ibu2 en bapak2 yang mungkin uda di atas 40an. Apa ga shock…. But Thank God semua aman.
                Sebelum tanggal 03 kemaren ada moment yang ga kalah penting. Yaitu…. Aku jadi pembimbing untuk lomba koperasi. Langsung kepikiran ama tahun 2008 & 2009 kemaren, dimana pada masa itu  aku masih muda …. Hahaha bukan itu maksudnya pada masa itu aku jadi peserta lomba. Nah tanggal 25 Mei menjadi lomba di tingkat Kota Medan, persiapan kami kurang dari seminggu. Tapi di waktu yang singkat itu aku ngerasa amat sangat senang bisa berada di antara anak-anak hebat ini. Senang bisa sharing sama mereka. Melihat semnagat, antusianisme mereka jadi ga pernah nyesal jadi guru. Puji Tuhan, di tingkat Kota Medan sekolah kami menjadi Juara I en juara 2 diduduki oleh SMA N 1 Medan en juara 3 SMK N 7 Medan.
                En di tingkat Kabupaten Region V kami hanya bisa di Harapan I. aku mikir rekorku sendiri belum bisa ku perbaiki. Namun, lagi-lagi bersyukur berada di antara mereka membuatku tak henti mengucap syukur dimana aku berada.
                Thank you sooo much buat mereka yang mengambil bagian karena tanpa mereka tulisan ini tidak akan tercipta. Really love you from deepest of my heart.
DSPH