Tulisan ini bisa
terwujud berkat suatu peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan seseorang.
Ada kalanya
memang seseorang harus meninggalkan semua zona kenyamanannya terlebih lagi
ketika hati nurani sudah bertentangan dengan apa yang harus dikerjakan. Memang tak
semudah itu untuk bertindak mengingat masih ada keluarga dan harus memberi
pengertian kepada mereka mengapa harus sekarang di lakukan. Pilihan jawaban
yang dipilih untuk dikatakan adalah “ini waktunya”. Bukan tidak dengan perjuangan
dan air mata di iringi doa pada saat mengambil keputusan ini. Semua telah di
aturNya.
Di tengah
kekhawatiran akan semua yang akan terjadi ke depannya. Tidak ada seorang pun
yang tahu hanya bisa berdoa dan berusaha agar apa menjadi kehendakNya bisa terjadi.
Sulit dimengerti??? Awalnya mungkin ya. Namun, memang sudah menjadi jalan hidup
dari dulu bukan setiap kali akan menerima suatu hal yang lebih besar lagi
dariNya belajarlah untuk melepaskan. Belajarnya untuk berharap dan berserah
padaNya akan suatu keindahan yang akan terjadi. Belajar untuk menjadi lebih
tangguh dan tahan uji.
Bukan kali
pertama aku mengingini masa (p)indah. Namun, inilah waktunya. Ketika sekitarku
tidak lagi menjadi sahabat bahkan sudah berubah menjadi suatu hal yang
menjijikkan. Selama ini yang kupikirkan orang-orang seperti ini hanya ada di
drama televisi saja. Ternyata tidak, mereka ada di sekitar kehidupan.
Sekarang berusaha
dan menanti akan rencanaNya dalam hidupku. Dan berharap ke(p)indahan ini
merupakan sebuah anugerah dalam mencapai suatu masa depan yang lebih baik. Berharap
ke(p)indahan ini menjadi yang terbaik bagiku.
DSPH. 21-09-2014