DELIMA DILEMA
Karna
Hati Tela(h/t) Merdeka
Selamat
HUT RI yang ke 72. Cie yang uda merdeka 72 tahun.
Well
yang mau dibahas bukan kemerdekaan RI nya tapi kemerdekaan hati.
Delima
dilema artinya seseorang yang bernama Delima sedang bingung dan bimbang dihadapkan
pada dua pilihan yang sulit akan dirinya sendiri. Apa yang dirisaukan masalah
hati (lagi dan lagi). Ini cerita hanya dari sudut pandang diriku seorang 25
tahun yang belum pernah pacaran tapi sudah mengagumi seorang pria selama 10
tahun belakangan. Ya ampun dan ku harap aku bisa menuntaskannya segera (dilema
kan satu sisi mengagumi sisi lain ingin melupakan).
Mungkin
ada beberapa orang yang sudah tahu tentang kisah ku dengan Pria Diurutan
Pertama. Kondisi akhir-akhir ini menyadarkanku atau malah melukaiku (lagi lagi
dilema) untuk urusan dengan nya. Awalnya dimulai dari seorang sister yang
belakangan susah untuk dihubungi dan tidak tahu alasannya kenapa. Hanya
menerka-nerka dan di dukung hasil dari investigasi atau stalking di salah satu
sosmednya yang bisa ditarik hipotesis bahwa alasan dia memilih (mungkin) puasa
berbicara adalah karna pria yang dikagumi, di doakan dan juga diharapkan telah
menjadi milik wanita lain. Dan apabila ini alasan yang sebenarnya tidak menutup
kemungkinan juga aku akan mengalami hal yang sama.
Aku
tidak tahu bagaimana wanita lain bisa menjalankan kisah asmaranya, tapi kisahku
hampir sama dengan sister di atas. Mengagumi pria yang masih menjadi teka-teki
dan sangat di buat penasaran karnanya dan kebetulan sampai dengan sekarang mata
dan hati ini masih belum melihat pria seperti nya. Atas kejadian ini aku harus
bersyukur atau harus menghentikan pengharapanku?
Di
satu sisi Sang Pengharapan berkata terus berharap karena harapan itu masih ada
namun di sisi lain Sang Realita berkata masih mau nunggu en mengharap orang
yang sama sekali tidak pernah membalas perhatianmu? Lagi antara hati dan
pemikiran beradu kencang di dada ini membuatnya sesak ingin berteriak dan
berharap ada jawaban yang berseru dalam setiap tetesan hujan yang turun.
Mungkin
nantinya aku juga akan mengalami hal yang sama seperti sister di atas mungkin pria
ini berada di sisiku atau hal yang sama sekali tak ku harapkan dia bahagia
bersama wanita lain. Lalu aku bagaimana? Segala bentuk perhatianku seakan
dianggap bualan dari seorang yang asing. Hal yang mengejutkan bahwa ucapan
ulang tahunku hanya di baca dan tidak di respon.
Aku,
aku yang sudah selama 10 tahun ini berharap bahkan tak kau hiraukan. Kau yang
ku bawa dalam doaku juga tak sedikitpun kau toleh. Kadang aku bertanya dimana
kuasa doa? Mungkin aku terlalu banyak nonton drama korea dimana rata-rata
mereka happy ending. Dan sebenarnya kejadian ini harus ku syukuri atau tangisi?
Bersyukur karena kau memperlakukan ku seperti ini supaya aku sadar bahwa aku
tak seharusnya bersikap berlebihan padamu atau meratapi diri ini seperti tak
meninggalkan jejak sedikitpun dalam ingatanmu.
Apa
ini namanya mengasihi? Dulu aku memujamu namun setelah aku tahu bahwa kau tak
menghargaiku aku malah menaruh sinis padamu. Benar kata orang cinta dan benci hampir
sama. Dan aku sekarang mengerti apa maksudnya. Aku berpikir ini rasa yang akan
ku pendam dalam hati namun ternyata kau menuntaskannya lebih cepat dari apa
yang sudah ku terka. Akan ku akhiri dan kau membantuku dalam menemukan jawaban
atas dilema ku ini. Bahkan di saat terendah ku kau hadir dalam memberi jawab
apakah ini masih bisa diharapkan? Karna terbukti di balik diam mu saja kau
membantuku. Apalagi jika kau sudah bertindak… Kau betul betul membuat Delima
Dilema. Apakah hatiku telah atau telat (tela(h/t)) merdeka? Aku harus berharap
atau melepasmu?
Aku
disini berharap sendiri dan menanti sendiri seperti orang bodoh. Memang tak ada
satu katapun darimu untuk mengizinkanku menunggumu namun wanita diberikan sifat
kegeeran sehingga satu tindakan saja darimu bisa membuatku berpikir jauh
melayang menghayalkan hal yang indah. Apa ini juga salah dariku? Wanita diberi
kuasa akan hal itu. Hati, berurusan dengan nya harus hati-hati karena jika
tidak bisa jadi patah hati. Hatiku telah merdeka karena tak ada ikatan dengan
siapapun atau telat merdeka karena sesungguhnya aku masih mengharapkanmu?