Kamis, 08 Februari 2018

Tuhan Aku Jenuh



Hari demi hari yang kulalui tak sedikitpun membuat diriku menjadi lebih berarti. Semakin bertambahnya usia tidak diikuti dengan kepastian diri semakin membuatku tak berdaya dan ingin rasanya aku bisa mengulang masa lalu. Tapi itu tidak mungkin.

Tuhan aku tahu bahkan lebih tahu tiap kali aku ingin dan telah menetaskan air mataku meminta mungkin memaksaMu untuk lebih memahamiku. Aku lelah terhadap semuanya. Akhhh kenapa aku ini menjadi seorang yang pandai sekali untuk bersungut-sungut.

Dihinggapi rasa bosan merupakan hal yang mengerikan ternyata, mau bergerak untuk pindah dari posisi awal merasa tak mampu karena takut untuk segala sesuatu yang belum pasti. Namun, disisi lain rasa jenuh ini terus menghantui dan mungkin bisa membuatku hanya ingin diam saja tak peduli dengan apapun.

Tanpa penghargaan untuk yang peduli dan tak ada hukuman untuk yang antipati disiplin apa itu pantas? Ada baiknya aku memaksa diriku untuk diam karena mau membela diri rasanya tak akan ada yang pduli.

Tuhan sampai kapan Kau terus tak menganggapku ada??? Menolehlah padaku walau hanya sebentar. Aku benar-benar membuthkanMu.