Hari demi hari yang kulalui tak sedikitpun membuat diriku
menjadi lebih berarti. Semakin bertambahnya usia tidak diikuti dengan kepastian
diri semakin membuatku tak berdaya dan ingin rasanya aku bisa mengulang masa
lalu. Tapi itu tidak mungkin.
Tuhan aku tahu bahkan lebih tahu tiap kali aku ingin dan
telah menetaskan air mataku meminta mungkin memaksaMu untuk lebih memahamiku.
Aku lelah terhadap semuanya. Akhhh kenapa aku ini menjadi seorang yang pandai
sekali untuk bersungut-sungut.
Dihinggapi rasa bosan merupakan hal yang mengerikan
ternyata, mau bergerak untuk pindah dari posisi awal merasa tak mampu karena
takut untuk segala sesuatu yang belum pasti. Namun, disisi lain rasa jenuh ini
terus menghantui dan mungkin bisa membuatku hanya ingin diam saja tak peduli
dengan apapun.
Tanpa penghargaan untuk yang peduli dan tak ada hukuman
untuk yang antipati disiplin apa itu pantas? Ada baiknya aku memaksa diriku
untuk diam karena mau membela diri rasanya tak akan ada yang pduli.
Tuhan sampai kapan Kau terus tak menganggapku ada???
Menolehlah padaku walau hanya sebentar. Aku benar-benar membuthkanMu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar