Senin, 15 Juni 2015

Tommorow

Tanggal 10 Juni kemarin diumumkan apa yang selama kurang lebih 3 bulan ini dinanti yaitu pengumuman tentang seleksi administrasi untuk mengikuti program SM3T. Program yang selama kurang lebih 3 tahun ini ku angan-angankan. Namun apa daya, begitu log in ke akunku dinyatakan bahwasanya aku tidak lulus karena prodi,. wooww... perkara prodi... padahal tahun-tahun sebelumnya prodiku tidak dipermasalahkan. Mungkin ini bukan jalannya...

Sedari awal menduduki bangku kuliah seperti beradu dengan keinginan hati. Tak ada minat untuk memasuki Universitas yang menjadi almamaterku dan selalu kusanjung sekolah tinggi yang sampai sekarang belum pernah kilihat atau sekedar menuju ke sana. Menjadi bagian dari universitas ini selanjutnya ada lagi yang menjadi tembok berikutnya, yaitu masalah pembagian prodi... Jalur yang membawaku ke universitas ini tidak mengizinkan untuk masuk ke prodi akuntansi. Nyesek lagi. Dan lagi-lagi tidak sesuai dengan hati, malah masuk ke prodi yang bisa dibilang kupandang sebelah mata bahkan mungkin tak pernah masuk dalam listku.

Sekarang tinggal menjalani apa yang ada dihadapanku dan tentunya tetap berusaha untuk mencapai apa yang terbaik untuk hidupku.

Apa yang selanjutnya terjadi biarlah Sang Pencipta yang mengawali dan mengakhirnya... Just believe and do my best...

Rabu, 10 Juni 2015

ANDAI “KU” DAPAT BERBICARA



Bila hatiku bisa berbicara
Kau pasti akan mendengar
Dia menjerit mengatakan
‘betapa aku ingin bersamamu’

Jika tanganku bisa berbicara
Kau pasti tahu
Tanganku menginginkan
‘berada di antara jari-jarimu untuk merasakan hangatnya genggamanmu’

Jika kakiku bisa berbicara
Kau juga pasti mendengar dia menyatakan
‘langkahku hanya tertuju padamu’

Bila mataku bisa berbicara
Kau akan tahu
Dia mengagumi dirimu, ciptaan terindah Sang Kuasa

Andai kepalaku bisa berbisik
Kau akan mendengar
Dia meminta
‘izinkan aku bersandar di bahumu’

Tapi hati, tangan, kaki, mata, dan kepala ku tidak bisa berbicara.
Rasa yang kumiliki terpendam dalam kesunyian isi hati.
Ingin rasa kau mengetahui, aku dan hatiku masih menunggumu menyadari.
Ada aku, wanita yang setia menanti hadirmu.
Karna hanya ada 2 yang mencintaimu.
Aku dan Hatiku.
Dari hatiku untukmu kuberkata dari cinta.

RINDU



Ketika penantian tak berbalas kerinduan
Teriris hati membuat luka
Kamu...
Hanya kamu...
Makhluk Tuhan yang mampu membuat hatiku gunda, gelisah, bahagia, merasakan getar hati
Yang tak terungkap dengan kata


Penantian bukan hanya sekedar penantian
Tak terikat janji untuk menunggu
Tak ada hak untuk menawan hati
Tapi...
Inilah aku...
Merasakan getar itu saat semuanya pergi berlalu.....


Dalam penantian aku harap ada perhatian
Dalam penantian aku harap ada kenyataan
Dalam penantian aku harap ada kerinduan
Rindu....

Kerinduan untuk mengartikan arti getar hati ini sesungguhnya...