Selasa, 01 Maret 2016

Mala(h)dewasa

February 27th, 2016

This is the first time di 2016 nulis note untuk seseorang yang sedang merantau di pulau seberang. Sekalinya nulis kayaknya uda ribuan bahkan mungkin jutaan kata ngantri untuk di eksekusi.

Hmmm. ini cerita di mulai karena tepat hari ini, tepat saat aku nulis ini malam minggu. you know what it means? I am alone. kenapa alone? yah karena emang hanya aku yang belum merantau. Sebelum 16 Januari 2016 biasanya malam minggi sama ini orang
but uda lebih dari sebulan orang yang berdasi di atas pergi merantau demi kelancaran urusan negara.
Aku uda tahu bukan cuman aku yang sendiri. tapi ini lebih parah dia disana (sendiri)2 (bacanya kuadrat ya). kenapa kuadrat? first, dia di sana merantau hidup sendiri (sendiri). second, dia belum punya pacar so it means (sendiri). the conclusion (sendiri) x (sendiri) = (sendiri)2     LOL (Maksa)

Yah, kalo aku sih cuman sendiri alasannya karena point 2. jadi untuk urusan sendiri sendiri yah dialah pemenangnya. congrats (clap ..... clap.... clap)

Tapi terus terang since pergi ke Batam kayaknya ini sebagian jadi petaka amaku.... alasannya banyak. here they are:
a. make up ga bisa bagi-bagi. jadi kudu punya make up sendiri
b. Baju ga bisa minjem. you know ketersediaan baju di lemariku. ngenes lah...
c. no friend to accompany cari makan malam. lebih tepatnya no one else to treat me..... hahaha
d. urusan beberes rumah jadi urusanku. yang hampir 24 tahun jarang aware sama urusan nyapu en ngepel.
e. bangun pagi .... hiks hiks hiks
f. ga ada lawan untuk di serang

itu sebagai petaka sebagiannya lagi mala(h)dewasa:
a. bangun pagi. ini itu sebenarnya merupakan wish kurang lebih masuk nominasi selama 5 kali aku ulang tahun. jadi 2016 terwujud. so, dirimu itu dipake sebagai jawaban doaku.
b. aware ama yang namanya rumah mulai beberes... res... ress
c. No more eat after 06.00 pm, supaya baju yang dulu-dulu pada muat

Itulah kisahku semalam di Malaysia. kok malah nyanyi sih....
Itulah kisah selama kurang lebih sebulan di tinggal merantau....
sebagai adikmu yang terlahir dengan hati yang romance en wanna show what i feel on the written.
so, sebagai perantau yang masih pemula mulailah menikmati kondisi di sana en bukan melihat dari sisi malapetaka tapi mala(h)dewasa. wish...

sebenarnya aku nulis ini dibarengi dengan perutku yang keroncongan. biasanya langsung aja ngomong nasi goreng, mie aceh, pangsit, bakso, burger. walah.... buat ngences. mungkin ini jalan biar kita bisa langsung langsing.

sebagai penulis berkelas (secara guru ya pake kata kelas dong bukan gudang) jadi suddenly terpikir untuk nulis closing untuk episode ini dengan:

when you miss someone
swallow your pride 
and shout
"I miss you"
let his heart can hear you