Selasa, 04 Oktober 2016

When daughter speaks to her Father

Belakangan ini memang menjadi hari-hari yang tak bersahabat. Mulai dari orang-orang sekelilingnya, suasana hati, en juga ketidakpuasan akan ekspektasi. Sebenarnya inti dari kesemuanya karna uda beberapa bulan ini ga punya keintiman dengan Sang Pencipta. Uda jauh bahkan uda membangkang sering mengecewakan dan mendukakan hatiNya. Oh sungguh seperti seorang anak yang durhaka.

Kenapa curhatnya di blog ga doa aja tutup kamar matikan lampu nangis en ungkapin semuanya ama Tuhan. Sejujurnya aku nulis ini uda sambil mewek dan entah kenapa kalo doa aku rasa kayak apa iya Tuhan masih mau dengar. Serius uda banyak banget dosa yang uda aku perbuat en terus terang ini uda mengintimidasi aku. Ditambah lagi kok doaku yang uda dari jauh-jauh hari ku minta ga juga kunjung-kunjung dijawab. Kalo baca kisah para nabi senang mereka bisa bicara langsung ama Tuhan.

Emang pribadiku bukankah pribadi yang menyenangkan mulai dari sikap yang moodynya minta ampun, kepikiran, en ga bisa bohong. Mungkin karna hal-hal ini juga aku harus ngejaga bahkan terlalu menjaga hati sehingga hatiku jadi gampang rapuh.

Aku memang salah karna ga ngebiarin hati dan hariku di penuhi oleh Tuhan. Ingin punya ada dalam komunitas kristen tapi yang betul-betul melayani Tuhan sehingga keintiman ini tetap ada atau menikmati indahnya ibadah di gereja di persekutuan yang pelayanannya memang untuk kemuliaan Tuhan bukan manusia.

I need new life. Tapi sebenarnya apa yang menjadi mauku belum tentu rancangan Mu. Oh God... apa yang ku khawatirkan biarlah Engkau yang menjawabnya. Aku teringat dengan ayat yang ku terima di masa malua dari gereja Amsal 3:5. Ayat ini memang benar-benarku butuhkan. Padahal bagianku mudah hanya tinggal percaya. Tapi kenapa aku masih tetap mengandalkan pemikiranku ini..??? Masa marguru dulu aku sudah pernah mencetuskan apa yang menjadi cita-citaku dan sudah 7 tahun berlalu dimana orang lain seperti sudah menikmati hidupnya dan aku masih begini. Memang aku tidak tahu proses mereka yang menghantarkan mereka sampai di posisinya. Bukan untuk membela diriku dan mencoba menyatakan ketegaran hati ajar aku bersyukur Tuhan bahkan paksa aku bila memang aku sudah susah tuk belajar. Percaya padaMu mohon sadarkan aku.