Sabtu, 19 September 2015

Papua

Sudah beberapa tahun terakhir menaruh perhatian kepada tanah Papua. Sebenarnya ini hanyalah pandangan dari masyarakat awam yang secara sadar mendengar dan menyaksikan dari media tentang keadaan Papua. Semakin memuncak ketika salah satu media nasional gencar mewartakan papua. ketika melihat tanah papua menjadi sorotan langsung dalam pikiran bercampur aduk. Mereka masih banyak yang belum mengenyam pendidikan, kenapa? bukanlah selama ini menjadi lambung emas bagi negara lain? Kenapa mereka berkuasa di negeri orang? Lalu kenapa negara tidak bertindak?

Jika negara lain tidak menganggap ini adalah untung yang besar dan menjanjikan tidak mungkin mereka rela bertahan lama. sekali lagi ini hanyalah pemikiran seorang gadis yang memang belum pernah terjun langsung ke papua.

Jika orang yang 'numpang gali' bisa kaya. Apa kabar dengan mereka 'sang tuan?'. Mereka (ter/di)tinggalkan? Wajar jika mereka memberontak untuk penghidupan yang setara mereka memberikan kontribusi bagi negara tapi di pemerintah dan perhatiannya?

Sedari dulu bangsa dan juga pemerintah dan termasuk saya juga mengamini bahwa untuk bisa menjadi lebih baik pendidikan adalah kuncinya.

Mengapa mereka tidak diberikan pendidikan yang layak? Apakah masalah guru? Sudah kurang lebih 5 tahun ada program sm3t sudah memberikan kontribusikah? 5 tahun masihlah waktu yang amat singkat dibandingkan dengan keberadaan tanah papua.

mungkin banyak guru yang merasa khawatir jika harus mengajar disana. Fasilitas, infrastruktur dan biaya yang tidak masuk di akal di era globalisasi ini.

Walaupun ku juluki tanah papua sebagai 'lumbung emas' nyatanya infrastrukturnya belum bisa dikatakan sebanding dengan apa yang menjadi harapan.

Jadi kemanakah larinya PAD? Untuk urusan ini agak sensitive. ingat NKRI dari sabang sampai merauke bukan hanya pulau jawa.

saya sangat percaya bahwa kunci daripada suatu kesuksesan rerletak pada kepemimpinannya. Nah dari yang saya lihat pemimpin belum memihak kepada siapa yang dipimpinnya? Jika Anda sebagai 'pemilik' mereka masih mementingkan diri anda sendiri dan menyalahkan rakyat coba pikir lagi pak bupati jika anda ingin menjadi seorang bupati. Jika bukan anda yang membela hak mereka siapa lagi? Ingat pendidikan kuncinya. Jika masih belum diperbaiki maka tidak heran ini akan menjadi pengetahuan umum 'papua sengaja ditinggalkan'.

Jika mereka punya pola pikir seperti orang di pulau jawa pasti mereka lebih memilih menjadi negara sendiri Dengan apa yang dimiliki mereka di tanah papua.

Bukankah mereka masih Indonesia? Kenapa perhatian pemerintah kurang pada mereka? cobalah pemerintah sadar dengan kinerjamu.

Saya analogikan negara dengan pulau ini dengan sebuah keluarga yang memiliki anak-anak yang beraneka ragam. Memang ada yang lebih dan kurang tapi sebagai orang tua yaitu pemerintah pastilah akan menutupi apa yang menjadi kekurangan anaknya dengan cara mengajarkan anak yang bisa berbagi dengan yang kurang itu adalah ajaran orang tua. Nah pemerintah mungkin malah anda ingin memperkaya diri sendiri bahkan sekarang lagi 'merengek' minta tunjangan dinaikkan plus pembangunan konyol gedung yang lebih mirip sebagai tempat rekreasi. Sadar dan punya rasa malulah. Jika memang merasa berat untuk menjadi wakil rakyat silahkan turun dan jangan menyusahkan rakyat.

berharap pembangunan dan pendidikan di Indonesia merata baik di bagian barat sampai tinur. Amin

DSPH. 19 September 2015