Kamis, 08 Juni 2017

You Are



Betapapun aku ingin jauh
Tetap Kau yang selalu setia

Betapapun aku ingin marah
Tetap Kau yang selalu menenangkan

Aku tahu Kau lebih mengerti dari (si)apa pun
Namun, aku sadar terlalu menunggu membuatku terkadang pudar dan ingkar

Jika kelak Kau menjawab tanyaku sebelum waktu yang tepat
Mungkin aku jauh lebih terpuruk, padahal itu paksaan dariku

Terkadang terbesit mengapa harus ada proses yang menurutku lama
Takkah Kau mendengarku?
Atau Kau masih mengingat salahku yang begitu mendunia kepadaMu?

Arahkanlah wajahMu bagiku, lihatlah aku seorang wanita dengan berjuta kerinduan untuk bisa bersamaMU

Menjadi putriMu bagian terindah dalamku
Aku mempunyai Bapa sepertiMu, apa yang kutakutkan?
Aku takut kelak aku terjatuh dan tak terpikirkan kembali ke arahMu, tolong tangkap aku
Sebelum semua terjadi padaku, semuanya sudah Kau siapkan
Sebelum terpikirkan olehku, semuanya sudah Kau rancangkan

Betapa hinanya aku ketika ku ingat semua kesalahanki
Dan meratapi diriku dipenuhi ketidakpantasan
Namun Kau hadir selalu hadir dalam hidupku

Bersyukur karna Kau setia
Bersyukur karna Kau mau menerimaku
Ajar aku lebih mencintaiMu
Amin

DSPH 17 Juli 2016

MENUNTU(N/T)



Betapa diriku harusnya bersyukur lebih dan lebih
Untuk semua yang kumiliki dan yang pergi meninggalkanku
Hari-hari yang kulalui hanya penuh dengan dosa
Berulang kali hati ini berjanji cukup untuk hal ini
Namun selalu ingkar yang terjadi

Tidak pernah tersadar olehku semua suka dan duka sudah diatur olehNya
Saat suka rasanya hati menerima dengan ikhlas
Kala duka yang menemani rasanya ada hasrat untun menuntut
Kenapa terjadi duka padaku?
Lagi dan lagi duka yang menghampiriku
Kenapa hanya aku, aku lagi yang mengalami duka?

Pemikiran yang penuh keegoisan itu memang sering menhampiriku
Lambat laun bersama dengan waktu dan keadaan  menuntu(n/t) secara sadar maupun tidak bahwa hal dunia ini memiliki jawabannya
Ketika bertanya kenapa, kenapa, kenapa sebenarnya ada hal yang jauh lebih indah dari Sang Penyayang untukku putriNya

Tuntutanku ketika masih kecil
-          Kenapa bapakku cepat meninggal
Tuntutan setelah remaja
-          Kenapa pria yang ku kagumi tak membalasnya?
Tuntutan masa sekarang
-          Kenapa aku kuliah dikampus yang itu? Kerjanya sekarang kenapa disini? Kenapa aku gagal beasiswa S2?

Sadar atau tidak ketika mencoba menjalani hidup bersyukur dan berserah pada Sang Pencipta sejujurnya ada tuntunan manis yang Dia berikan.

-          Anakku Delima ….
Aku memanggil papamu dengan cepat bukan karena Aku ingin kau sendiri melainkan Aku ingin langsung memelihara hidupmu. Mulai dari kecil Aku ingin kau tahu bahwa Aku yang menjagamu seperti yang dilakukan para ayah di dunia bahkan melebihi itu semua. Sedari kecil Aku sudah memperkenalkan diriKu padaMu

-          Anakku Delima ….
Aku tidak ingin melihatmu terluka gara-gara cinta yang ditawarkan dunia ini. Aku ingin kau mendapatkan kasih dari seorang yang benar-benar mengasihiKu sehingga dia bisa mengasihimu dengan tepat. Aku sedang mempersiapkan hati kalian dan pada waktu yang tepat Kita akan tersenyum merasakan getaran hati karena cinta yang dahsyat

-          Anakku Delima ….
PikiranKu bukalnlah pemikiran dunia, tempat dimana kau berada sekarang adalah tempat yang terbaik karena orang-orang disekitarmu membutuhkanmu bahkan generasi penerus Kupercayakan padamu. Untuk hasil yang kau terima percayalah semua tidak akan pernah menjadikanmu kekurangan.

Tunutan yang indah yang mengajarkanku untuk mencintai Pemulik hatiku. Tuntun aku Tuhan untuk tidak selalu menuntut.

DSPH