Betapapun
aku ingin jauh
Tetap
Kau yang selalu setia
Betapapun
aku ingin marah
Tetap
Kau yang selalu menenangkan
Aku
tahu Kau lebih mengerti dari (si)apa pun
Namun,
aku sadar terlalu menunggu membuatku terkadang pudar dan ingkar
Jika
kelak Kau menjawab tanyaku sebelum waktu yang tepat
Mungkin
aku jauh lebih terpuruk, padahal itu paksaan dariku
Terkadang
terbesit mengapa harus ada proses yang menurutku lama
Takkah
Kau mendengarku?
Atau
Kau masih mengingat salahku yang begitu mendunia kepadaMu?
Arahkanlah
wajahMu bagiku, lihatlah aku seorang wanita dengan berjuta kerinduan untuk bisa
bersamaMU
Menjadi
putriMu bagian terindah dalamku
Aku
mempunyai Bapa sepertiMu, apa yang kutakutkan?
Aku
takut kelak aku terjatuh dan tak terpikirkan kembali ke arahMu, tolong tangkap
aku
Sebelum
semua terjadi padaku, semuanya sudah Kau siapkan
Sebelum
terpikirkan olehku, semuanya sudah Kau rancangkan
Betapa
hinanya aku ketika ku ingat semua kesalahanki
Dan
meratapi diriku dipenuhi ketidakpantasan
Namun
Kau hadir selalu hadir dalam hidupku
Bersyukur
karna Kau setia
Bersyukur
karna Kau mau menerimaku
Ajar
aku lebih mencintaiMu
Amin