Betapa
diriku harusnya bersyukur lebih dan lebih
Untuk
semua yang kumiliki dan yang pergi meninggalkanku
Hari-hari
yang kulalui hanya penuh dengan dosa
Berulang
kali hati ini berjanji cukup untuk hal ini
Namun
selalu ingkar yang terjadi
Tidak
pernah tersadar olehku semua suka dan duka sudah diatur olehNya
Saat
suka rasanya hati menerima dengan ikhlas
Kala
duka yang menemani rasanya ada hasrat untun menuntut
Kenapa
terjadi duka padaku?
Lagi
dan lagi duka yang menghampiriku
Kenapa
hanya aku, aku lagi yang mengalami duka?
Pemikiran
yang penuh keegoisan itu memang sering menhampiriku
Lambat
laun bersama dengan waktu dan keadaan
menuntu(n/t) secara sadar maupun tidak bahwa hal dunia ini memiliki
jawabannya
Ketika
bertanya kenapa, kenapa, kenapa sebenarnya ada hal yang jauh lebih indah dari
Sang Penyayang untukku putriNya
Tuntutanku
ketika masih kecil
-
Kenapa
bapakku cepat meninggal
Tuntutan
setelah remaja
-
Kenapa
pria yang ku kagumi tak membalasnya?
Tuntutan
masa sekarang
-
Kenapa
aku kuliah dikampus yang itu? Kerjanya sekarang kenapa disini? Kenapa aku gagal
beasiswa S2?
Sadar
atau tidak ketika mencoba menjalani hidup bersyukur dan berserah pada Sang
Pencipta sejujurnya ada tuntunan manis yang Dia berikan.
-
Anakku
Delima ….
Aku memanggil papamu dengan cepat bukan
karena Aku ingin kau sendiri melainkan Aku ingin langsung memelihara hidupmu.
Mulai dari kecil Aku ingin kau tahu bahwa Aku yang menjagamu seperti yang
dilakukan para ayah di dunia bahkan melebihi itu semua. Sedari kecil Aku sudah
memperkenalkan diriKu padaMu
-
Anakku
Delima ….
Aku tidak ingin melihatmu terluka gara-gara
cinta yang ditawarkan dunia ini. Aku ingin kau mendapatkan kasih dari seorang
yang benar-benar mengasihiKu sehingga dia bisa mengasihimu dengan tepat. Aku
sedang mempersiapkan hati kalian dan pada waktu yang tepat Kita akan tersenyum
merasakan getaran hati karena cinta yang dahsyat
-
Anakku
Delima ….
PikiranKu bukalnlah pemikiran dunia, tempat
dimana kau berada sekarang adalah tempat yang terbaik karena orang-orang
disekitarmu membutuhkanmu bahkan generasi penerus Kupercayakan padamu. Untuk
hasil yang kau terima percayalah semua tidak akan pernah menjadikanmu
kekurangan.
Tunutan
yang indah yang mengajarkanku untuk mencintai Pemulik hatiku. Tuntun aku Tuhan
untuk tidak selalu menuntut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar