Kisah
dimulai dari awal masuk sekolah menengah. Hari pada saat itu bisa
dikatakan sedikit mendung namun di saat mendung seperti itu aku memperhatikan
sosok pria yang berada di urutan pertama berdiri. Bila kembali mengingat masa
13 tahun yang lalu mungkin aku berada di urutan ke 54 itu sebabnya aku dan pria
ini tidak sekelas.
Dia
sosok yang bisa dibilang cenderung aneh karena postur tubuh dan pembawaan yang
meyakinkan untuk bisa dibilang sebagai seorang yang kurang normal. Walaupun
demikian aku memperhatikannya karena pada awalnya yang menjadi perhatianku
adalah temannya yang super duper ganteng menurutku dulu. Ya kami pernah
berpapasan di ruang tempat mengambil seragam di lantai bawah bahkan hal yang demikian
aku masih ingat namun aku mengingat moment itu bukan karena dianya namun karena
temannya dan sekarang aku malah mengingatnya karena dia.
Walaupun
tidak sekelas namun dia menjadi tokoh dalam khayalan malam sebelum tidur. Kami
berteman dan benar saja di kelas 2 dan 3 kami sekelas dan setidaknya itu
membuatku jadi bisa melihat dan tahu dia ada. Dan lebih indah lagi di kelas 3
dia berada dibelakangku. Sekarang aku
menganggapnya menjadi indah dan dulu aku tak menganggap itu berharga.
Dia
yang diurutan pertama sedari awal memang menjadi daya tarik bagiku karena aku
begitu mengagumi orang-orang pintar dan benar saja dia bisa kuliah dan
mendapatkan pekerjaan yang menurutku orang-orang pintar yang bisa masuk kesana.
Pria
diurutan pertama mungkin kau tidak pernah memikirkan bahwa ada satu sosok yang
menuliskan kisah dirimu sebagai urutan pertama memasuki sekolah, terdengar
seperti gila dan menakutkan namun beberapa tahun setelah kita tidak bersama
baru aku menyadari pria diurutan pertama bukan sosok yang kurang normal tapi
luar biasa karena aku sampai sekarang bisa mengingat tingkahmu, cara
berjalanmu, dan hal apa yang pernah kita bicarakan di kelas, sungguh aku amat
sangat terlambat menyadarinya.
Aku
menulis kisah tentangmu bukan untuk memikatmu tapi aku menulisnya hanya untuk
membantu diriku mengingat sosok di urutan pertama yang dulu menjadi teka teki
bagiku karena begitu jarang aku menemui sosok seperti dirimu bahkan mungkin
tidak akan pernah ada lagi.
Aku
senang ketika kau mau mampir dalam mimpiku, aku senang ketika kau masih mau
membalas bahkan tak membalas pesanku.
Sekarang
bagaimana cerita hidupmu? Adakah sosok wanita hebat yang mengisi cerita
hidupmu? Terkadang aku memikirkan bagaimana jika sebenarnya masing-masing dari
kita saling memikirkan satu sama lain. Hah… itu hal mustahil. Mengingat masa
laluku yang juga suram tampaknya aku bukanlah seorang yang layak untuk
dipikirkan apalagi dinantikan.
Banyak
hal yang telah ku khayalkan tentangmu namun aku tahu satu dari ratusan
khayalanku itu tidak ada yang terwujud. Dan aku sadar segala kemungkinan yang
mungkin terjadi mungkin tidak akan pernah terjadi. Mana mungkin kisah yang
sepuluh tahun berlalu masih membekas dalam ingatanmu. Dan kalaupun ada yang
membekas hanya tingkah yang menjijikkan itu.
Aku
pernah mencoba untuk mengganti subjekmu dari khayalanku dan bisa untuk beberapa
saat dan tidak tahu mengapa akhir-akhir ini aku begitu terlalu memikirkan.
Memikirkan hal yang hanya untuk setidaknya menenangkan hatiku bukan untuk
menjadikannya terkabul.
Aku
tidak akan memulainya terlalu berlebihan hanya nanti di ulang tahun mu yang ke
25 akan menjadi akhir aku mengucapkannya. Aku juga sadar kau adalah pria yang
bebas dan hanya ingin untuk terakhir kalinya bagiku mengucapkannya setelah 10
tahun yang lalu aku melakukannya. Aku juga menghargai wanita yang kelak menjadi
pilihan hatimu. Tenang saja aku sudah mempersiapkan hatiku untuk kemungkinan
yang paling terburuk apabila kau tidak membalas ucapanku. Aku akan baik-baik
saja aku ga akan nangis karena aku yang ingin mengucapkannya. Setidaknya aku
tahu kapan aku akan berhenti berharap.
DSPH
260117