Kamis, 26 Januari 2017

PRIA DIURUTAN PERTAMA



Kisah dimulai dari awal masuk sekolah menengah. Hari pada saat itu bisa dikatakan sedikit mendung namun di saat mendung seperti itu aku memperhatikan sosok pria yang berada di urutan pertama berdiri. Bila kembali mengingat masa 13 tahun yang lalu mungkin aku berada di urutan ke 54 itu sebabnya aku dan pria ini tidak sekelas.
Dia sosok yang bisa dibilang cenderung aneh karena postur tubuh dan pembawaan yang meyakinkan untuk bisa dibilang sebagai seorang yang kurang normal. Walaupun demikian aku memperhatikannya karena pada awalnya yang menjadi perhatianku adalah temannya yang super duper ganteng menurutku dulu. Ya kami pernah berpapasan di ruang tempat mengambil seragam di lantai bawah bahkan hal yang demikian aku masih ingat namun aku mengingat moment itu bukan karena dianya namun karena temannya dan sekarang aku malah mengingatnya karena dia.
Walaupun tidak sekelas namun dia menjadi tokoh dalam khayalan malam sebelum tidur. Kami berteman dan benar saja di kelas 2 dan 3 kami sekelas dan setidaknya itu membuatku jadi bisa melihat dan tahu dia ada. Dan lebih indah lagi di kelas 3 dia berada  dibelakangku. Sekarang aku menganggapnya menjadi indah dan dulu aku tak menganggap itu berharga.
Dia yang diurutan pertama sedari awal memang menjadi daya tarik bagiku karena aku begitu mengagumi orang-orang pintar dan benar saja dia bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang menurutku orang-orang pintar yang bisa masuk kesana.
Pria diurutan pertama mungkin kau tidak pernah memikirkan bahwa ada satu sosok yang menuliskan kisah dirimu sebagai urutan pertama memasuki sekolah, terdengar seperti gila dan menakutkan namun beberapa tahun setelah kita tidak bersama baru aku menyadari pria diurutan pertama bukan sosok yang kurang normal tapi luar biasa karena aku sampai sekarang bisa mengingat tingkahmu, cara berjalanmu, dan hal apa yang pernah kita bicarakan di kelas, sungguh aku amat sangat terlambat menyadarinya.
Aku menulis kisah tentangmu bukan untuk memikatmu tapi aku menulisnya hanya untuk membantu diriku mengingat sosok di urutan pertama yang dulu menjadi teka teki bagiku karena begitu jarang aku menemui sosok seperti dirimu bahkan mungkin tidak akan pernah ada lagi.
Aku senang ketika kau mau mampir dalam mimpiku, aku senang ketika kau masih mau membalas bahkan tak membalas pesanku.
Sekarang bagaimana cerita hidupmu? Adakah sosok wanita hebat yang mengisi cerita hidupmu? Terkadang aku memikirkan bagaimana jika sebenarnya masing-masing dari kita saling memikirkan satu sama lain. Hah… itu hal mustahil. Mengingat masa laluku yang juga suram tampaknya aku bukanlah seorang yang layak untuk dipikirkan apalagi dinantikan.
Banyak hal yang telah ku khayalkan tentangmu namun aku tahu satu dari ratusan khayalanku itu tidak ada yang terwujud. Dan aku sadar segala kemungkinan yang mungkin terjadi mungkin tidak akan pernah terjadi. Mana mungkin kisah yang sepuluh tahun berlalu masih membekas dalam ingatanmu. Dan kalaupun ada yang membekas hanya tingkah yang menjijikkan itu.
Aku pernah mencoba untuk mengganti subjekmu dari khayalanku dan bisa untuk beberapa saat dan tidak tahu mengapa akhir-akhir ini aku begitu terlalu memikirkan. Memikirkan hal yang hanya untuk setidaknya menenangkan hatiku bukan untuk menjadikannya terkabul.
Aku tidak akan memulainya terlalu berlebihan hanya nanti di ulang tahun mu yang ke 25 akan menjadi akhir aku mengucapkannya. Aku juga sadar kau adalah pria yang bebas dan hanya ingin untuk terakhir kalinya bagiku mengucapkannya setelah 10 tahun yang lalu aku melakukannya. Aku juga menghargai wanita yang kelak menjadi pilihan hatimu. Tenang saja aku sudah mempersiapkan hatiku untuk kemungkinan yang paling terburuk apabila kau tidak membalas ucapanku. Aku akan baik-baik saja aku ga akan nangis karena aku yang ingin mengucapkannya. Setidaknya aku tahu kapan aku akan berhenti berharap.

DSPH
260117

Rabu, 25 Januari 2017

Ini Aku 25



2017 menjadikanku menginjak di usia 25 tahun. Sudah beberapa tahun aku menulis untuk setiap ulang tahunku usia 25 tahun yang terasa hambar dan tak bergairah. Apa penyebabnya?? Banyak. Tapi kesemua alasan hanyalah untuk membela diri, yang pasti kehambaran itu terjadi karena tidak tahu rasanya bersyukur.
Bersyukur untuk apa yang telah terjadi baik kebaikan dan kegagalan. Memang tidak semua yang menjadi rancangan hati bisa terjadi tapi ketika harapan berada di puncaknya dan kondisi menginginkan agar apa yang dihati terkabul namun faktanya yang didapati hanya kegagalan ini hal yang paling membuat diriku tak berarti.
Banyak kegagalan yang terjadi mulai dari apply kerjaan yang ga lulus dan usaha untuk menjadi awardee tidak terjadi sungguh rasanya dunia akan runtuh dan malas untuk berharap lagi. Hah,,,, ini semua hanya pembelaan yang ku lakukan. Di atas semuanya ya kembali lagi aku belum tahu rasanya bersyukur.
Di usia 25 tahun ini aku ingin menjadi pribadi yang lebih dekat sama Tuhan dan belajar untuk selalu bersyukur untuk apapun dan dalam situasi apapun. Hanya itu dan dua harapan ini bisa terwujud sungguh menjadi hal yang terindah.
25 tahun bagaimanakah kisahmu? Kulalui dengan doa dan bersama Babe.
25 tahun mari bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.

DSPH
20-Jan-17

Minggu, 01 Januari 2017

BELUM (P)INDAH



Kisah kali ini akan menceritakan kegagalanku. Di mulai dari pertengahan bulan Agustus dimana secara tiba-tiba aku mengatakan kepada mamak yang lagi asik duduk di lantai (akunya sambil nyapu rumah) “mak gimana kalo aku coba S2?”. Spontan reaksi si mamak yang langsung heran terus bilang “Terus gimana aku?”. Di masa itu memang lagi bosan dengan kehidupanku pengen ada yang baru. Dan tercetuslah ingin sekolah lagi dengan syarat harus beasiswa. Perjuangan dimulai dari menyakinkan mamak en berusaha mendapat dukungan para sisters ya sebenarnya tanpa diminta mereka juga ngedukung. Setelah dapat restu barulah memulai perjuangan untuk menyiapkan syarat-syarat yang diminta. Syaratnya ya ampun banyak bener en dari bulan delapan akhir uda mulai untuk nyicil berkas. SKCK menjadi hal yang kuurus pertama en disamping itu juga menulis essay tuk tiga topic (kalo diingat perjuangannya mau nangis). Lanjut ke TOEFL ITP yang hasilnya ga bagus-bagus amat en ga buruk juga. Semuanya menjadi indah jika memang dilakukan dengan penuh semangat. Lanjut ke berkas lain yang semuanya ku usahakan sendiri en ternyata nikmat amat hahaha (muka pale).
Kemudian pergi ke jalan pancing untuk scan semua berkas en submit ke alamat web. Tanggal 12 Oktober 2016 submit padahal batas akhirnya tanggal 14 Oktober  2016 bayangin 2 hari sebelum batas akhir. Pengumuman tanggal 27 Oktober yang menyatakan aku lulus tuk seleksi administrasi dan ditanggal 28 November aku ujian essay on the spot, LGD, en interview. Ternyata tanggal 28 itu datang juga dimana (menurutku pribadi ya) untuk penulisan essay, LGD, en interview uda total. Tanggal 28 itu diakhiri dengan minum Milo hangat karena memang keluar dari ruangan interview aku gemetaran. Pengumuman dikabarkan tanggal 9 Desember 2016.
Kebetulan sedari tanggal 4 Desember aku dirumah sendiri ya namanya juga sendiri lungunan dah. Di tanggal 9 nya uda janjian ama tetangga tuk pergi ngantar kado ke tempat kawan yang akan martupol en sepulang dari sana uda punya ide tuk makan di luar. Ehhh di angkot uda diteleponi tuk nanya pengumumannya gimana dari si mamak en si kakak yang memang pada saat itu mereka berada di bandara. Sebenarnya sedari sore sebelum pergi ngantar kado aku uda dapat sms dari pihak pemberi beasiswa bahwa hasilnya uda bisa dilihat di web namun berhubung paket internet ga ada en hp juga rusak jadi ga terlalu semangat tuk liatnya. Sampai di tempat tukang bakso mesan tu bakso en the botol en si Kak Evi teman ngantar kado dengan tulus hati menyodori hpnya “Pakelah tuk liat pengumumanmu”. Ku ambil hpnya buka alamat web masukkan id en password liat status en hasilnya ‘Tidak Lulus”. Waktu itu seolah dan seakan dunia tuh runtuh ga tahu harus ngomong apa dan berbuat apa pengennya tuk masuk kamar nangis dan manolsoli lah. Sampe bakso yang uda dipesan rasanya uda ga ada lagi.
Sampe rumah langsung mikir “kok gini Tuhan?” apalagi yang harus ku usahakan agar mimpiku terwujud karena ada salah satu mimpiku uda masuk masa uda lewat dan harus sampe kapan menunggu???
Bisa dikatakan aku ngeberontak sama Tuhan tapi kembali lagi aku disadarkan oleh ayat maluaku en sampe pada akhirnya aku sadar im nothing without God.
Banyak bahkan banyak sekali impian-impian yang ingin ku kabulkan namun belum waktunya bagiku untuk pindah. Karena indah pada waktunya menjadi waktu yang terbaik untukku.

“Aku sadar semakin aku menjauh dari Tuhan semakin aku mengandalkan kekuatanku sendiri semakin aku menyadari bahwa aku tak bisa melakukan apapun sekalipun itu mungkin yang terbaik untuk diriku”