Minggu, 01 Januari 2017

BELUM (P)INDAH



Kisah kali ini akan menceritakan kegagalanku. Di mulai dari pertengahan bulan Agustus dimana secara tiba-tiba aku mengatakan kepada mamak yang lagi asik duduk di lantai (akunya sambil nyapu rumah) “mak gimana kalo aku coba S2?”. Spontan reaksi si mamak yang langsung heran terus bilang “Terus gimana aku?”. Di masa itu memang lagi bosan dengan kehidupanku pengen ada yang baru. Dan tercetuslah ingin sekolah lagi dengan syarat harus beasiswa. Perjuangan dimulai dari menyakinkan mamak en berusaha mendapat dukungan para sisters ya sebenarnya tanpa diminta mereka juga ngedukung. Setelah dapat restu barulah memulai perjuangan untuk menyiapkan syarat-syarat yang diminta. Syaratnya ya ampun banyak bener en dari bulan delapan akhir uda mulai untuk nyicil berkas. SKCK menjadi hal yang kuurus pertama en disamping itu juga menulis essay tuk tiga topic (kalo diingat perjuangannya mau nangis). Lanjut ke TOEFL ITP yang hasilnya ga bagus-bagus amat en ga buruk juga. Semuanya menjadi indah jika memang dilakukan dengan penuh semangat. Lanjut ke berkas lain yang semuanya ku usahakan sendiri en ternyata nikmat amat hahaha (muka pale).
Kemudian pergi ke jalan pancing untuk scan semua berkas en submit ke alamat web. Tanggal 12 Oktober 2016 submit padahal batas akhirnya tanggal 14 Oktober  2016 bayangin 2 hari sebelum batas akhir. Pengumuman tanggal 27 Oktober yang menyatakan aku lulus tuk seleksi administrasi dan ditanggal 28 November aku ujian essay on the spot, LGD, en interview. Ternyata tanggal 28 itu datang juga dimana (menurutku pribadi ya) untuk penulisan essay, LGD, en interview uda total. Tanggal 28 itu diakhiri dengan minum Milo hangat karena memang keluar dari ruangan interview aku gemetaran. Pengumuman dikabarkan tanggal 9 Desember 2016.
Kebetulan sedari tanggal 4 Desember aku dirumah sendiri ya namanya juga sendiri lungunan dah. Di tanggal 9 nya uda janjian ama tetangga tuk pergi ngantar kado ke tempat kawan yang akan martupol en sepulang dari sana uda punya ide tuk makan di luar. Ehhh di angkot uda diteleponi tuk nanya pengumumannya gimana dari si mamak en si kakak yang memang pada saat itu mereka berada di bandara. Sebenarnya sedari sore sebelum pergi ngantar kado aku uda dapat sms dari pihak pemberi beasiswa bahwa hasilnya uda bisa dilihat di web namun berhubung paket internet ga ada en hp juga rusak jadi ga terlalu semangat tuk liatnya. Sampai di tempat tukang bakso mesan tu bakso en the botol en si Kak Evi teman ngantar kado dengan tulus hati menyodori hpnya “Pakelah tuk liat pengumumanmu”. Ku ambil hpnya buka alamat web masukkan id en password liat status en hasilnya ‘Tidak Lulus”. Waktu itu seolah dan seakan dunia tuh runtuh ga tahu harus ngomong apa dan berbuat apa pengennya tuk masuk kamar nangis dan manolsoli lah. Sampe bakso yang uda dipesan rasanya uda ga ada lagi.
Sampe rumah langsung mikir “kok gini Tuhan?” apalagi yang harus ku usahakan agar mimpiku terwujud karena ada salah satu mimpiku uda masuk masa uda lewat dan harus sampe kapan menunggu???
Bisa dikatakan aku ngeberontak sama Tuhan tapi kembali lagi aku disadarkan oleh ayat maluaku en sampe pada akhirnya aku sadar im nothing without God.
Banyak bahkan banyak sekali impian-impian yang ingin ku kabulkan namun belum waktunya bagiku untuk pindah. Karena indah pada waktunya menjadi waktu yang terbaik untukku.

“Aku sadar semakin aku menjauh dari Tuhan semakin aku mengandalkan kekuatanku sendiri semakin aku menyadari bahwa aku tak bisa melakukan apapun sekalipun itu mungkin yang terbaik untuk diriku”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar