Kisah kali ini akan menceritakan kegagalanku. Di mulai dari
pertengahan bulan Agustus dimana secara tiba-tiba aku mengatakan kepada mamak
yang lagi asik duduk di lantai (akunya sambil nyapu rumah) “mak gimana kalo aku
coba S2?”. Spontan reaksi si mamak yang langsung heran terus bilang “Terus
gimana aku?”. Di masa itu memang lagi bosan dengan kehidupanku pengen ada yang
baru. Dan tercetuslah ingin sekolah lagi dengan syarat harus beasiswa.
Perjuangan dimulai dari menyakinkan mamak en berusaha mendapat dukungan para
sisters ya sebenarnya tanpa diminta mereka juga ngedukung. Setelah dapat restu
barulah memulai perjuangan untuk menyiapkan syarat-syarat yang diminta.
Syaratnya ya ampun banyak bener en dari bulan delapan akhir uda mulai untuk nyicil
berkas. SKCK menjadi hal yang kuurus pertama en disamping itu juga menulis
essay tuk tiga topic (kalo diingat perjuangannya mau nangis). Lanjut ke TOEFL
ITP yang hasilnya ga bagus-bagus amat en ga buruk juga. Semuanya menjadi indah
jika memang dilakukan dengan penuh semangat. Lanjut ke berkas lain yang
semuanya ku usahakan sendiri en ternyata nikmat amat hahaha (muka pale).
Kemudian pergi ke jalan pancing untuk scan semua berkas en
submit ke alamat web. Tanggal 12 Oktober 2016 submit padahal batas akhirnya
tanggal 14 Oktober 2016 bayangin 2 hari
sebelum batas akhir. Pengumuman tanggal 27 Oktober yang menyatakan aku lulus
tuk seleksi administrasi dan ditanggal 28 November aku ujian essay on the spot,
LGD, en interview. Ternyata tanggal 28 itu datang juga dimana (menurutku
pribadi ya) untuk penulisan essay, LGD, en interview uda total. Tanggal 28 itu
diakhiri dengan minum Milo hangat karena memang keluar dari ruangan interview
aku gemetaran. Pengumuman dikabarkan tanggal 9 Desember 2016.
Kebetulan sedari tanggal 4 Desember aku dirumah sendiri ya
namanya juga sendiri lungunan dah. Di tanggal 9 nya uda janjian ama tetangga
tuk pergi ngantar kado ke tempat kawan yang akan martupol en sepulang dari sana
uda punya ide tuk makan di luar. Ehhh di angkot uda diteleponi tuk nanya
pengumumannya gimana dari si mamak en si kakak yang memang pada saat itu mereka
berada di bandara. Sebenarnya sedari sore sebelum pergi ngantar kado aku uda
dapat sms dari pihak pemberi beasiswa bahwa hasilnya uda bisa dilihat di web
namun berhubung paket internet ga ada en hp juga rusak jadi ga terlalu semangat
tuk liatnya. Sampai di tempat tukang bakso mesan tu bakso en the botol en si
Kak Evi teman ngantar kado dengan tulus hati menyodori hpnya “Pakelah tuk liat
pengumumanmu”. Ku ambil hpnya buka alamat web masukkan id en password liat
status en hasilnya ‘Tidak Lulus”. Waktu itu seolah dan seakan dunia tuh runtuh
ga tahu harus ngomong apa dan berbuat apa pengennya tuk masuk kamar nangis dan
manolsoli lah. Sampe bakso yang uda dipesan rasanya uda ga ada lagi.
Sampe rumah langsung mikir “kok gini Tuhan?” apalagi yang
harus ku usahakan agar mimpiku terwujud karena ada salah satu mimpiku uda masuk
masa uda lewat dan harus sampe kapan menunggu???
Bisa dikatakan aku ngeberontak sama Tuhan tapi kembali lagi
aku disadarkan oleh ayat maluaku en sampe pada akhirnya aku sadar im nothing
without God.
Banyak bahkan banyak sekali impian-impian yang ingin ku
kabulkan namun belum waktunya bagiku untuk pindah. Karena indah pada waktunya
menjadi waktu yang terbaik untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar