Salam kenal untukmu dari diriku yang semakin terpuruk.
27, aku tak tahu harus memandangmu seperti apa. Aku lagi dan lagi harus mengalami kekecewaan dan aku tak sanggup lagi untuk menatap dan menata tahun-tahun bahkan hari yang akan lalui.
Aku terlalu memainkan perasaanku sehingga aku tak sanggup melaluinya. Untukmu 27 aku tidak dapat lagi menegakkan kepalaku untuk meminta apapun. Aku berhenti untuk mengutuki karena aku sadar aku terlalu banyak salah.
Usia semakin lama semakin menua tapi hidupku hanya dapat tertahan dalam hari-hari yang membosankan dan penuh tekanan. Aku lelah, ya aku terlalu lelah. Izinkan aku beristirahat untuk bisa mampu bertahan.
Untukmu 27 maafkan aku karena tak bisa menyambutmu dengan semestinya.
Dsph. 100119
27, aku tak tahu harus memandangmu seperti apa. Aku lagi dan lagi harus mengalami kekecewaan dan aku tak sanggup lagi untuk menatap dan menata tahun-tahun bahkan hari yang akan lalui.
Aku terlalu memainkan perasaanku sehingga aku tak sanggup melaluinya. Untukmu 27 aku tidak dapat lagi menegakkan kepalaku untuk meminta apapun. Aku berhenti untuk mengutuki karena aku sadar aku terlalu banyak salah.
Usia semakin lama semakin menua tapi hidupku hanya dapat tertahan dalam hari-hari yang membosankan dan penuh tekanan. Aku lelah, ya aku terlalu lelah. Izinkan aku beristirahat untuk bisa mampu bertahan.
Untukmu 27 maafkan aku karena tak bisa menyambutmu dengan semestinya.
Dsph. 100119
Tidak ada komentar:
Posting Komentar