Terlalu jauh pikiran ini menerka-nerka, semua tentang yang buruk menjauhkan yang baik. Aku begitu kagum pada kalian yang bisa mendapatkan apa yang sungguh susah kuraih. Aku belum beruntung. Aku tak beruntung
Rabu, 02 Januari 2019
Senin, 03 Desember 2018
Tidak Ada Pertemuan Berikutnya
Pernah merasakan jatuh cinta? Mungkin semua pernah. Terlepas apakah itu cinta sepihak atau saling mencinta. Jatuh cinta warnamu seperti apa? Apakah aku pernah jatuh cinta? Sering dan bagianku adalah cinta sepihak. Aku sendiri yang merasakannya. Dan aku rasa ini menyenangkan dan juga menyedihkan... bagaimana rasanya? Silakan anda mencoba jika penasaran.
Usia hampir 27 tapi belum ada yang satu priapun yang berani untuk bersikap gentle mengutarakan persaannya atau hanya sekedar memberi isyarat padaku. Entahlah mungkin aku tak mempunyai daya tarik sedikitpun.
Pergi berdua dengan pria pernah kulakukan. Tapi jangan harap ada kelanjutan dari pertemuan setelah itu. Mereka mundur teratur... aku gak tahu kenapa. Apa kepribadianku en fisikku sejelek itu? Mungkin.
Mungkin aku harus bersiap jika suatu hari nanti memang tidak ada dia yang kuimpikan bernama "my dearest one" datang. Aku sudah terlalu bosan untuk berencanakan apapun di hidupku. Kalo memang dia tak pernah kunjung datang baiklah aku coba bersiap untuk itu.
Aku sendiri sudah biasa. Aku merasa pahit sudah biasa. Aku harus mandiri juga biasa. Aku merasa terasing juga biasa. Aku tak dicintai juga biasa.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan karna aku sudah ahli dalam menyembunyikan perasaanku.
Usia hampir 27 tapi belum ada yang satu priapun yang berani untuk bersikap gentle mengutarakan persaannya atau hanya sekedar memberi isyarat padaku. Entahlah mungkin aku tak mempunyai daya tarik sedikitpun.
Pergi berdua dengan pria pernah kulakukan. Tapi jangan harap ada kelanjutan dari pertemuan setelah itu. Mereka mundur teratur... aku gak tahu kenapa. Apa kepribadianku en fisikku sejelek itu? Mungkin.
Mungkin aku harus bersiap jika suatu hari nanti memang tidak ada dia yang kuimpikan bernama "my dearest one" datang. Aku sudah terlalu bosan untuk berencanakan apapun di hidupku. Kalo memang dia tak pernah kunjung datang baiklah aku coba bersiap untuk itu.
Aku sendiri sudah biasa. Aku merasa pahit sudah biasa. Aku harus mandiri juga biasa. Aku merasa terasing juga biasa. Aku tak dicintai juga biasa.
Tak ada yang perlu dikhawatirkan karna aku sudah ahli dalam menyembunyikan perasaanku.
Kamis, 08 Februari 2018
Tuhan Aku Jenuh
Hari demi hari yang kulalui tak sedikitpun membuat diriku
menjadi lebih berarti. Semakin bertambahnya usia tidak diikuti dengan kepastian
diri semakin membuatku tak berdaya dan ingin rasanya aku bisa mengulang masa
lalu. Tapi itu tidak mungkin.
Tuhan aku tahu bahkan lebih tahu tiap kali aku ingin dan
telah menetaskan air mataku meminta mungkin memaksaMu untuk lebih memahamiku.
Aku lelah terhadap semuanya. Akhhh kenapa aku ini menjadi seorang yang pandai
sekali untuk bersungut-sungut.
Dihinggapi rasa bosan merupakan hal yang mengerikan
ternyata, mau bergerak untuk pindah dari posisi awal merasa tak mampu karena
takut untuk segala sesuatu yang belum pasti. Namun, disisi lain rasa jenuh ini
terus menghantui dan mungkin bisa membuatku hanya ingin diam saja tak peduli
dengan apapun.
Tanpa penghargaan untuk yang peduli dan tak ada hukuman
untuk yang antipati disiplin apa itu pantas? Ada baiknya aku memaksa diriku
untuk diam karena mau membela diri rasanya tak akan ada yang pduli.
Tuhan sampai kapan Kau terus tak menganggapku ada???
Menolehlah padaku walau hanya sebentar. Aku benar-benar membuthkanMu.
Minggu, 14 Januari 2018
Ini Aku 26
26
bersahabatlah. Kelak nanti jika Sang Pencipta merestui, kau akan
menghantarkanku bertemu dengan dia, 27. Hidup dilalui dengan prestasi dan tak
dipungkiri masa kesia-siaan tetap ada menghantui. Ingin hati melupakan mereka
berdua dan memulai untuk sesuatu seperti yang dilahirkan ya aku yang baru. Aku mengerti
mengapa orang bisa mengambil jalan yang menurut dunia itu ketidakpatutan namun
memang ada Sang Pencipta yang selalu melingkupi diri.
26
masih teka teki. Dari belasan hari yang telah kulalui bersamanya masih
(mungkin) tersisa ratusan hari lagi. Bagaimanakah kita mengisinya? Kiranya suka
datang menghampiri, harapku bisa menjadi nyata untuk hal yang baik bisa
terwujud.
Tempat
baru dimana orang lain tidak pernah tahu akan aku yang dulu. Sehingga aku tidak
perlu lagi khawatir akan ada yang berharap lebih. Aku juga punya rasa bosan dan
seperti biasa “aku ingin bebas”. Ratusan hari lagi apakah kita bisa menjalin
dengan mesra? Akankah hari-hariku bersamamu bisa membuatku bertemu dengan
tempat itu? Entahlah, Sang Pencipta telah merancang yang seperti apa.
Untukmu
hari-hari yang belum ku lalui kiranya keluargaku juga dapat menikmati hari-hari
dengan damai dan kenyamanan itu tetap ada dalam mereka. Semoga kelak kalian berjumpa
dan tak perlu ada kata yang perlu disesali.
Sang
ratusan hari mendatang akankah aku bertemu dengan seseorang yang mengerti akan
diriku dan diriku mengerti akan dirinya? Dia yang mampu “mengingatkanku” bahwa
keegoisan dan pengertian diri sendiri itu ada batasannya. Ataukah aku masih
harus menunggu lagi? Atau justru aku telah menyia-nyiakan dia. Nope…. Aku tak
ingin ‘dia’ bangkit lagi dari masa-masa lalu yang ingin ku kubur.
Dan
yang menjadi di atas segalanya biarlah ratusan hari lagi bisa ku mulai dengan
keintiman dengan Sang Pencipta. Wahai Sang Pencipta pasti Kau mengetahui bahwa
ada sisi yang kosong dalam hati ini yang tidak bisa diisi oleh apapun yang ada
didunia. Tolong kuasailah, karena diriku bukan milikku bertahtahlah di sana
karena itu adalah milikMu.
26
Terwujudlah.
DSPH.
13 Januari 2018
Selasa, 24 Oktober 2017
Happy 28th Jojor
1
Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada
ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung
hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
21 Oktober 2017 hari ulang tahun
seorang Jojor yang ke 28. Ini ayat aku dapat dari pendeta geraja yang kece. Dan
aku rasa ini ayat mewakili untuk kejadian yang terjadi akhir-akhir ini. Kenyataannya
adalah keluarga mengasihimu.
Karena kami mengasihimu maka kami
tidak takut untuk memuji
Karena kami mengasihimu maka kami
tidak takut mengingatkanmu.
Aku rasa berbagai bentuk pujian
uda kau terima dan saat dimana kamu mulai beralih ‘aneh’ (hahaha) orang-orang
yang mengasihimulah yang memberikan ‘warning’.
Hidup ini harus balance ada pujian
dan nasihat, tabur tuai, siang dan malam, suka dan susah, yin dan yan supaya kita manusia
bisa hidup lebih bijak lagi.
Walaupun uda terlambat (soalnya
dirimu super duper sibuk sampe mamak harus bilang “uda bisa kau ditelepon”
alamak lebih-lebih dari presiden yo haahahha….)
“Happy Birthday JOJOR. I do hope
you all the best for your relationship with God and soon you meet your Boaz…..
and also don’t forget to treat me J”
Langganan:
Postingan (Atom)